Pendidikan yang Berhasil Dimulai dari Rumah

Pendidikan yang Berhasil Dimulai dari Rumah

Anak-anak datang kepada kita dengan watak, bakat, dan ketabahan yang telah ditentukan sebelumnya. Seberapa baik mereka berfungsi dalam kemampuan ini berhubungan langsung dengan rumah mereka. Pendidikan, tanpa permintaan maaf, dimulai dari rumah. Anak-anak belajar bagaimana menanggapi segala aspek kehidupan di rumah.

Akibatnya, prasangka tentang orang, makanan, pakaian, dan gaya hidup muncul dari dalam rumah. Jika seorang anak agresif, ketahuilah bahwa perilaku itu berasal dari pengamatan anggota keluarga. Gantikan perilaku lain yang positif atau negatif dengan kata "agresif" yang disebutkan sebelumnya dan akui bahwa itu berhubungan dengan anggota keluarga yang peduli pada anak. Anak-anak meniru apa yang mereka lihat.

Para guru mengenali hal ini lebih dari kelompok profesional lainnya karena di kelas mereka mereka mengalami konsekuensi, baik atau buruk, dari apa yang dipelajari anak-anak di rumah. Oleh karena itu, para guru di setiap tahun ajaran baru menetapkan aturan kelas dalam upaya untuk memastikan hukum universal tentang perilaku sosial yang dapat diterima.

Sebagai prinsipnya, orang tua bertanggung jawab atas berhasil tidaknya anak secara akademis. Tanpa mengabaikan kemampuan anak yang ditentukan sebelumnya, mereka harus menunjukkan harapan positif yang jelas tentang sekolah. 

Saat ekspektasi ini terbentuk, orang tua hendaknya ingat bahwa anak-anak meniru apa yang mereka lihat dan dengar. Oleh karena itu, mereka harus menghindari komentar negatif tentang guru dan atau sekolah anak-anak mereka. 

Orang tua tidak dapat menuntut agar anak-anak mereka berprestasi secara akademis ketika tugas pekerjaan rumah belum diselesaikan, dan acara sosial diprioritaskan daripada menetapkan rutinitas waktu tidur yang sesuai untuk anak-anak usia sekolah.

Tidak dapat disangkal bahwa seorang anak akan bertingkah, biasanya ini dimulai dari tingkat pra-K hingga taman kanak-kanak. Ketika dibiarkan oleh orang tua, bertingkah laku menjadi norma bagi seorang anak. 

Ketika ditetapkan sebagai kebiasaan, perilaku mengganggu menghalangi keberhasilan akademis anak. Para orang tua hendaknya tidak mengharapkan para guru untuk mengajari anak-anak mereka tingkah laku yang benar, namun beban untuk mempelajari keterampilan ini berada di pundak banyak guru. Ketika seorang anak bertingkah laku dan orang tua mengabaikan perilakunya, anak tersebut belajar untuk merendahkan pentingnya guru, sekolah dan akhirnya belajar. 

Orang tua yang tidak memahami nilai dan pentingnya pencegahan dini akan mengalami kesulitan yang berat saat anak bersekolah di sekolah menengah. Meletakkan landasan pendidikan yang kuat terdiri dari anak, orang tua, dan guru yang bekerja sama dalam dunia kerja sama akademik yang saling menghormati. Guru tidak bisa melakukan semuanya.

Guru hanya dapat mempengaruhi bakat belajar anak ketika orang tua mendidik anak-anak mereka pada keterampilan sosial yang baik, pentingnya berkembang untuk keunggulan dan tekad untuk melaksanakan keinginannya.

Belum ada Komentar untuk "Pendidikan yang Berhasil Dimulai dari Rumah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel